© 2020 by PT Unistellar Global Korpora

    • imancamil

    Kewirausahaan, Inovasi, dan Kerakyatan: Fondasi Gagasan Ekonomi Baru Indonesia


    Ditulis oleh: Iman Camil

    • President Director, Unistellar

    • Anggota Pokja Ekonomi Kreatif, Komite Ekonomi Industri Nasional

    • Pengurus Departemen Digital Economy & Ecosystem, Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia

    • Pengajar Technopreneurship, Universitas Prasetiya Mulya



    Semangat Zaman

    Kemajuan teknologi telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Salah satu contohnya yaitu perkembangan teknologi informasi yang telah mengubah cara manusia dalam berkomunikasi, mengonsumsi informasi, sampai melakukan aktivitas komersial. Kini, internet telah menjadi komoditas penting untuk kebutuhan dasar dalam keseharian manusia. Akses informasi yang lebih luas juga menyebabkan terjadinya asimilasi antara berbagai nilai yang berbeda sehingga menghasilkan pergeseran kultur khususnya pada generasi muda di dunia.


    Semakin mudahnya akses informasi dan pengetahuan berdampak pada terjadinya peningkatan kapasitas inovasi masyarakat untuk menciptakan nilai tambah atas aktivitas yang dilakukan, sehingga menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Namun di sisi lain, kemudahan terhadap akses informasi tersebut justru menyebabkan terjadinya distraksi sehingga seringkali generasi yang tumbuh di era ini memiliki terlalu banyak ketertarikan terhadap sesuatu dalam waktu yang bersamaan, sehingga mengalami kebingungan untuk memilih prioritas dan tujuan hidupnya.


    Meski begitu, dampak positif yang bisa dilihat yakni kita hidup sebagai generasi yang memiliki kemampuan untuk menyintesis informasi maupun pengetahuan yang berpotensi menghasilkan kreasi yang jauh lebih inovatif dari generasi sebelumnya serta memiliki cakupan pasar yang tidak terbatas. Dalam konteks teknologi digital, perusahaan seperti Google, Facebook, Palantir, Etherium, SpaceX, Airbnb, Wechat, Alibaba, Tokopedia, Traveloka, Gojek, dan perusahaan inovatif lainnya merupakan bentuk manifestasi dari semangat di era yang baru ini.


    Pergeseran Paradigma Ekonomi

    Melalui teknologi, khususnya digital, setiap individu dapat menjadi produsen, distributor, dan juga konsumen secara bersamaan. Pola pikir mencari pekerjaan telah bergeser menjadi mencari pendapatan tanpa batas melalui proses yang lebih informal, seperti dengan memanfaatkan teknologi digital yang dapat dilakukan di manapun tanpa adanya hambatan ruang. “Knowledge” merupakan aset utama dari proses penciptaan nilai ekonomi di era sekarang, di mana kita tidak lagi berfokus untuk menambah jumlah pekerja ataupun modal sebanyak mungkin untuk meningkatkan produktivitas. Pemahaman terhadap ilmu pengetahuan serta penerapan teknologi telah menjadi faktor utama untuk menghasilkan output yang memiliki tingkat produktivitas dan nilai moneter yang tinggi. Pergeseran paradigma inilah yang kemudian memunculkan konsep baru seperti ekonomi inovasi yang memiliki narasi utama untuk mengkaji bagaimana kewirausahaan dan inovasi menjadi fokus utama dalam pertumbuhan ekonomi.


    Akses terhadap informasi serta ilmu pengetahuan yang semakin inklusif turut membantu peningkatan daya kreasi atau kreativitas dari setiap individu di dunia. Ekonomi di berbagai negara saat ini tidak hanya ditopang oleh perdagangan berbasis komoditas, namun sudah bergeser menjadi barang yang memiliki nilai tambah karena bermodalkan kreativitas. Kreativitas kini telah menjadi penggerak untuk sebuah industri. Bahkan lebih dari itu, kreativitas sendiri merupakan sebuah modal dasar untuk berinovasi guna memberikan nilai tambah untuk produk atau jasa di industri manapun yang berujung pada optimalisasi nilai moneter yang dapat dihasilkan.


    Selain ekonomi dalam konteks nilai moneter, “social impact” atau dampak sosial merupakan satu kata kunci yang menjadi tujuan utama para generasi muda. Hal ini berbeda dari generasi sebelumnya yang lebih fokus terhadap cara untuk menghasilkan output nilai moneter sebanyak mungkin tanpa terlalu mempertimbangkan ada atau tidaknya “social impact”. Pergeseran semangat inilah yang akhirnya menimbulkan berbagai konsep baru dalam konteks sosio-ekonomi seperti “grassroot innovation”, “social innovation”, dan lainnya. Pengakuan serta dampak sosial dari aktivitas yang dijalankan telah menjadi hal penting untuk memberikan dorongan intrinsik dalam menjalankan suatu aktivitas.


    Generasi Baru Indonesia

    Revolusi yang terjadi di berbagai negara terjadi karena pergerakan generasi yang memiliki semangat anti status quo. Indonesia merdeka karena perjuangan berbagai generasi dan entitas bangsa yang mayoritas merupakan kaum muda yang memiliki semangat yang sama, yaitu bebas dari belenggu imperialisme sehingga bisa berdiri sendiri sebagai bangsa yang berdaulat dan mandiri. Indonesia telah mengalami berbagai era semenjak mencapai kemerdekaan; orde lama, orde baru, era reformasi, dan era pasca reformasi, dengan semangat yang terus berevolusi sesuai dengan eranya. Dalam era pasca reformasi, Indonesia mengalami perkembangan demokrasi yang sangat pesat dan akses informasi yang semakin inklusif sehingga Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki iklim demokrasi terbaik di dunia.


    Perubahan semangat zaman terjadi di tingkat global termasuk Indonesia; sebuah negara yang memiliki populasi generasi muda serta bonus demografi yang sangat besar. Indonesia diprediksi menjadi negara dengan tingkat GDP terbesar keempat di dunia pada tahun 2050 dan akan memiliki peran strategis dalam perekonomian dunia. Generasi muda. yang seringkali disebut dengan milenial, generasi Z, atau sebutan untuk generasi baru lainnya, tentunya memiliki peran yang sangat krusial untuk mencapai tujuan Indonesia, yakni menjadi negara yang memiliki perekonomian paling maju di dunia dengan populasi muda dan produktif salah satu yang terbesar di dunia.


    Generasi baru Indonesia juga menjadi generasi penentu dari kematangan dan kemajuan negara. Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki kompetensi untuk bersaing secara global karena ekonomi yang semakin inklusif bisa meningkatkan persaingan, tidak hanya dalam konteks lokal namun Internasional. Tenaga kerja produktif di Indonesia saat ini tidak hanya bersaing dengan sesama warga negara Indonesia, namun juga harus bersaing dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Tiongkok, Jepang, Korea, dan lainnya, sehingga dibutuhkan kompetensi yang lebih komprehensif dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Penguasaan bahasa global, pemahaman terhadap teknologi, kapasitas berinovasi, mentalitas wirausaha, dan sederet kompetensi lainnya harus dikuasai oleh generasi muda di Indonesia.


    Semangat Perubahan

    Generasi muda Indonesia memiliki semangat yang kurang lebih sama ketika zaman kemerdekaan dahulu, yaitu ingin bebas dan berdaulat namun tidak menutup diri dari kemajuan kultur, politik, sosial, serta ekonomi global selama hal itu baik untuk kemajuan Indonesia dan selaras dengan Pancasila serta Undang-Undang Dasar negara. Selain itu, masyarakat Indonesia secara kultural memiliki tingkat reseptif yang tinggi terhadap nilai-nilai asing semenjak dahulu kala, oleh karena itulah di negara ini kita bisa menemukan hibrida antar kultur yang berbeda seperti budaya Arab, Tiongkok, dan Melayu yang termanifestasi dalam bahasa, arsitektur, mode, kuliner, dan aspek sosio kultural lainnya di berbagai daerah di Indonesia.


    Untuk menciptakan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat dan negara, generasi baru Indonesia juga lebih terbuka terhadap diskursus yang dianggap tidak menarik untuk dibahas di generasi muda era sebelumnya, yaitu politik. Kini, semakin banyak anak muda di Indonesia yang lebih terbuka untuk membahas isu politik dan bahkan terlibat di dalamnya dalam konteks eksekutif, yudikatif, maupun legislatif. Hal ini menunjukkan bahwa generasi di era sekarang sudah mulai sadar bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara maju diperlukan peran yang strategis di aspek politik untuk memastikan aspek lainnya seperti ekonomi, sosial, dan budaya dapat berjalan sesuai semangat yang sama. Beberapa contoh manifestasi dalam konteks ini adalah munculnya partai yang memiliki semangat nilai milenial, media politik milenial, serta elemen-elemen lainnya dalam konteks politik di Indonesia yang memang membawa semangat serta nilai baru yang lebih relevan dengan semangat zaman.


    Gejala ini merupakan hal yang sangat positif bagi kemajuan serta kematangan demokrasi di Indonesia di mana semakin banyak kaum muda serta intelektual yang terlibat di jalur politik akan membantu terbentuknya ekosistem yang lebih baik, inovatif, dan suportif untuk mencapai tujuan Indonesia sebagai negara maju.


    Wirausaha Sebagai Aspirasi

    Terjadinya asimilasi antara nilai global dengan Indonesia telah membentuk nilai-nilai baru pada generasi muda Indonesia dan juga membentuk sebuah generasi yang jauh lebih produktif karena didukung adanya teknologi. Sebagai contoh, saat ini seorang anak muda di Indonesia bisa menghasilkan pendapatan dari aktivitas komersial lewat “pasar daring ” atau media sosial, dengan menjadi kreator konten (contoh: selebgram, youtuber) atau pekerja kreatif lepasan (freelancer) yang semuanya bisa dilakukan secara bersamaan dan menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan formal. Pengusaha generasi baru di Indonesia saat ini tidak hanya berfokus pada bagaimana membuka lapangan pekerjaan, namun yang lebih penting adalah bagaimana bisa membuka lapangan pendapatan sebanyak mungkin untuk setiap individu tanpa harus terikat dalam konteks pekerjaan formal yang tradisional. Saat ini produktivitas tidak lagi diukur hanya berdasarkan jumlah kedatangan ke kantor atau tempat kerja, namun diukur dari output yang dihasilkan oleh individu tanpa terbatas ruang. Hal ini dapat terjadi berkat dukungan teknologi informasi serta digital yang memudahkan seseorang untuk bisa lebih produktif di manapun mereka berada.


    Sebagai contoh adalah komunitas kreator konten yang tidak hanya berasal dari kaum urban berpendapatan tinggi, namun juga masyarakat yang lebih luas seperti akun Instagram @bangijal_tv yang dibangun oleh sekelompok anak muda yang tinggal di pemukiman yang tidak mewah di daerah Cawang dan berprofesi sebagai karyawan di sebuah koperasi. Karena memiliki kreativitas untuk mendesain konten, mereka telah memiliki lebih dari dua juta pengikut di Instagram dan mendapatkan pendapatan tambahan dari pengiklan. Hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak contoh bahwa generasi muda Indonesia saat ini memiliki potensi kreatif yang dapat berdampak bagi ekonomi di berbagai segmen serta status sosial.


    Generasi muda Indonesia saat ini memiliki aspirasi untuk memperoleh karir maupun bisnis yang lebih luas. Dalam konteks berkarir, banyak lulusan institusi pendidikan terbaik di Indonesia yang tidak lagi ingin bekerja di korporasi, namun bergeser ke entitas bisnis maupun perusahaan kecil yang memiliki nilai pembelajaran ataupun misi yang berdampak besar bagi masyarakat. Dalam konteks bisnis, banyak sekali generasi muda di Indonesia yang berusaha untuk mendapatkan pendapatan yang tidak terbatas melalui pemanfaatan teknologi digital untuk beraktivitas secara komersial, mulai dari berjualan kosmetik, produk herbal, makanan ringan, buku, serta produk atau jasa lainnya dengan pasar yang tidak hanya terbatas di Indonesia. Selain itu banyaknya bermunculan pengusaha berbasis teknologi digital merupakan realita bahwa generasi muda Indonesia memiliki keinginan berkreasi yang besar serta dapat menghasilkan nilai dari kegiatan wirausaha yang inovatif. Semangat kewirausahaan ini terjadi secara nasional dan merupakan hal positif karena akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi sebuah negara di mana Indonesia membutuhkan jumlah pengusaha sebanyak minimal 2% dari total populasi untuk bisa bersaing secara ekonomi dengan negara maju lainnya di tingkat global.


    Generasi wirausaha muda di Indonesia tidak hanya melakukan aktivitas komersial secara individu, namun banyak dari mereka membentuk komunitas bisnis sehingga dapat memberikan dampak moneter secara kolektif dan lebih besar. Sebagai contoh salah satu merek pakaian muslim di Indonesia memiliki belasan ribu mitra bisnis yang memiliki kapasitas pemasaran digital sehingga bisa membangun jaringan serta pasar yang masif dengan sistem yang sangat baik. Tidak hanya menghasilkan keuntungan yang besar, namun tujuan pemberdayaan ekonomi yang masif menjadi faktor mengapa komunitas yang terbentuk terjadi secara cepat dan besar.


    Inovasi Berbasis Kerakyatan

    Dalam konteks “social impact”, banyak dari generasi muda di Indonesia yang memiliki minat yang sangat tinggi untuk berkontribusi positif untuk mencipatkan dampak sosial, sebagai contoh yaitu Indonesia mengajar, Kitabisa, Agradaya, HARA, Koperasi Kasih Indonesia, Koperasi Gemalaq Kemisiq, Amartha, Ruang Guru, Spedagi, radio Magno, Salam Rancage, Mak Rah Pireng, dan berbagai inisiatif lain yang memiliki fokus pada penciptaan nilai sosial yang sangat tinggi secara kolektif. Tidak hanya sekedar menciptakan dampak sosial, namun aspek inovasi untuk mencapai skalabilitas serta optimalisasi produktivitas menjadi sebuah diferensiasi dari generasi muda Indonesia di era sekarang.


    Kini bermunculan generasi baru yang memiliki kapasitas inovasi dan berorientasi pada konsep kerakyatan; rakyat menjadi subjek yang mendapatkan manfaat paling optimal dari aktivitas yang dilakukan, berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam. Mulai dari lulusan universitas dalam negeri hingga luar negeri, semua memiliki semangat yang sama, yaitu untuk memajukan perekonomian Indonesia. Sebagai contoh, Kitabisa merupakan sebuah platform “gotong royong” digital untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk membantu masyarakat dengan cakupan geografis dan jumlah pendana yang tidak terbatas. Kemudian Koperasi Kasih merupakan sebuah koperasi simpan pinjam sekaligus sarana edukasi literasi finansial bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke lembaga finansial di daerah Cilincing, DKI Jakarta. Contoh lainnya adalah Agradaya, sebuah inisiatif yang didirikan oleh para petani muda yang berpusat di sebuah desa di Kabupaten Sleman, Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan masyarakat lokal untuk memberikan nilai tambah produk lokal yang dihasilkan melalui serangkaian proses riset produk dan pendampingan bisnis sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dalam konteks teknologi yang terdepan, HARA menjadi salah satu contoh inisiatif yang inovatif di bidang agrikultur dengan tujuan memberikan kesejahteraanserta kemandirian ekonomi yang lebih baik bagi jutaan petani di Indonesia yang mengkombinasikan teknologi digital, blockchain, dan crypto untuk menciptakan sebuah ekosistem komersial mulai dari akses pasar, bahan baku, sampai institusi finansial yang lebih efisien.


    Kapasitas inovasi generasi muda Indonesia saat ini saat ini tidak hanya tersentralisasi di kota besar saja, namun sudah mulai terdiseminasi di berbagai daerah di Indonesia karena didukung oleh semangat kolektif masyarakat untuk memberikan nilai tambah kepada potensi sosio ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi. Kita dapat melihat adopsi berbagai teknologi di berbagai bidang yang lebih populis seperti pertanian, perikanan, perkebunan, maritim, dan lainnya yang memiliki dampak positif dalam mengoptimalkan potensi sebuah daerah.


    Dalam konteks yang lebih mikro dan secara organisasi terstruktur, saat ini Indonesia telah memiliki ribuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang memiliki tujuan utama untuk mengoptimalkan potensi dari setiap desa yang ada di Indonesia sehingga dapat memiliki kapasitas ekonomi yang kuat dan dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan terutama di tingkat desa. Selain itu terdapat pula puluhan ribu tenaga pendamping desa yang turut membantu proses inovasi sehingga “capacity building” di tingkat pedesaan dapat terjadi dengan lebih cepat dan efektif. Dengan adanya teknologi, tentunya inovasi dapat terjadi lebih cepat dalam skala yang lebih mikro dan inklusif.


    Semangat untuk memberikan nilai ekonomi dan juga berdampak sosial sesuai dengan semangat dari kerakyatan, di mana segala aktivitas bertujuan utama untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.


    Fondasi Gagasan Ekonomi Baru

    Dalam meningkatkan daya saing, setiap negara memiliki caranya sendiri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Banyak contoh dari negara lain yang maju secara ekonomi, memiliki korelasi positif terhadap besarnya investasi yang dikeluarkan untuk berinovasi, contohnya adalah riset dan pengembangan. Korea Selatan, Jerman, Swedia, Jepang, Swiss, Singapura, Finlandia, Amerika Serikat, Denmark, Perancis, dan Israel merupakan negara-negara maju yang memiliki indeks inovasi tertinggi di dunia (Global Innovation Index) yang salah satunya menunjukkan tingginya tingkat belanja riset dan pengembangan dan berdampak kepada kemajuan ekonomi negara tersebut.


    Perubahan dunia yang semakin cepat dan tidak adanya satu rujukan gagasan ekonomi global yang absolut memberikan implikasi bahwa diperlukannya sebuah konsep atau gagasan yang relevan dengan konteks potensi sosio kultural, ekonomi, dan politik sehingga dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi sebuah negara. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai nilai dan kultur yang beragam, sehingga pemahaman serta optimalisasi potensi nilai serta sumber daya lokal melalui inovasi merupakan hal yang strategis untuk menciptakan keunikan perekonomian Indonesia.


    Dalam konteks relevansi gagasan ekonomi Indonesia, hibrida antara semangat kewirausahaan, inovasi, dan kerakyatan dengan konteks potensi lokal, dapat menjadi sebuah potensi fondasi yang unik bagi pembentukan gagasan ekonomi yang relevan, orisinil, serta berdaya saing bagi masyarakat Indonesia di tingkat global.